Selasa, 23 Desember 2014

KISAH NABI IDRIS. AS

     Nabi Idris adalah keturunan keenam dari nabi Adam. Menurut riwayat Nabi Idris bermukim di Mesir berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan Tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta memberi petunjuk kepada pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan dunia.
     Konon ia diangkat menjadi Nabi ketika berumur 82 tahun. Diantara beberapa nasehatnya ialah :
  • Kesabaran yang di sertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan.
  • Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharap syafangat Allah dengan amalan-amalan shalehnya.
  • Jangan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta, dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
  • Jangan iri kepada orang yang mempunyai nasib mujur karena mereka tidak akan banyak dan lama 
    menikmati kemujuran nasibnya.
  • Barang siapa melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatupun akan memuaskannya.
  • kehidupan orang itu hendaknya mengandung hikmah
     Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang yang pertama mengajarkan menjahit menata pakaian, ilmu falak dan tulis menulis dengan pena.
     Menurut tafsir Ibnu Hatim, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit ke-Empat dan dibawa oleh malaikat. Tersebut dalam suatu ayat : "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Iddris di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan  dan seorang Nabi. Dan kami telah mengankatnya ke derajat yang tingi." (Al-Qur'an Surat Maryam :56-57)
     Konon demikian cerdiknya Nabi Idris ini sehingga ia pernah melihat neraka dan surga. Ia ingin menetap di surga namun karena sura itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak diperkenankan tinggal di sana. Maka ia hendak dikembalikan ke dunia. Nabi Idris tidak mau kembali kedunia karena nyawanya telah di cabut, maka ia memilih tinggal di langit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar